Feed aggregator
Diskominfo Babel Paparkan Capaian Provinsi "Informatif" di Uji Petik Kemenkopolkam RI
PANGKALPINANG — Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Politik, dan Keamanan (Kemenkopolkam) Republik Indonesia (RI), menggelar audiensi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Babel, beserta Komisi Informasi (KI) Babel, di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Rabu (29/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Gubernur Babel Hidayat Arsani yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Babel Elius Gani, Asisten Deputi Agung Pratistho, Plt Kepala Diskominfo Babel Fadjri Jagahitam, Ketua dan Wakil KI Babel, Ita Rosita dan Rikky Fermana, beserta jajaran.
Asisten Administrasi Umum Setda Babel Elius Gani, menyambut baik kehadiran perwakilan Kemenkopolkam RI, dalam rangka audiensi, serta evaluasi demi memperkuat komitmen pembangunan informasi dan pelayanan informasi publik di Negeri Serumpun Sebalai.
"Kami berharap audiensi ini menjadikan tata kelola komunikasi publik ke depannya semakin terbuka, partisipatif, dan akuntabel. Dari indeks-indeks, tentunya adalah buah kinerja kami. Untuk itu, kalau ada saran-saran akan menjadi evaluasi bagi kami," ujar Elius.
Asisten Deputi Agung Pratistho menjelaskan, audiensi yang diinisiasi pihaknya merupakan pesan Deputi dan Menkopolkam untuk mendengarkan tantangan, dan kinerja lembaga teknis pelaksanaan keterbukaan informasi di daerah.
"Kami ingin uji petik langsung, mendengar tentang pelaksanaan tugas kawan-kawan. Saya senang hadir di sini yang menunjukkan sinergi yang bagus antara pemerintah daerah dengan relasinya seperti KI Babel, sehingga bukti kehadiran negara dirasakan masyarakat," ujarnya.
Baik KI Babel maupun Diskominfo Babel, kemudian melakukan pemaparan berkenaan keterbukaan informasi yang diukur dari berbagai data. Sebagaimana dipaparkan Plt Kepala Diskominfo Babel, pada hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik oleh KI Pusat, selama enam tahun berturut-turut, Babel konsisten berada pada kategori informatif.
Sementara itu, pada tahun 2021, skor Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Babel berada di angka 76,51, kemudian tahun 2022 (74,50), tahun 2023 (79,36), dan tahun 2024 (69,82). Dari data tersebut, disimpulkan bahwa skor IKIP Babel setiap tahunnya berada di angka rata-rata nasional.
"Artinya, skor IKIP Babel selalu berada di skor nasional walaupun angka kenaikannya selalu fluktuatif. Begitu juga indeks komunikasi pembangunan dan informasi publik pada periode 2021-2024 disimpulkan secara umum kalau Babel menunjukkan tren yang baik, dan kompetitif dibandingkan dengan rata-rata nasional," ujar Fadjri.
Sementara itu, IKIP Babel 2025 mendapatkan catatan perlu meningkatkan pelibatan publik, dampak komunikasi, dan kepercayaan masyarakat, dengan beralih dari komunikasi yang sekadar informatif menjadi lebih partisipatif dan berdampak nyata.
Negeri Serumpun Sebalai juga memperoleh capaian dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), yang di mana terdapat faktor utama dalam peningkatannya, seperti portal Bangka Belitung Digital Service (BDS) sebagai layanan publik digital terpadu. Kemudian kampanye "Babel Semakin Cakap Digital" melalui seluruh kanal media milik Pemprov.
Selanjutnya, perluasan infrastruktur internet hingga wilayah blankspot juga dilakukan, perluasan akses informasi sampai ke pulau terluar Bangka Belitung, dan SPBE Babel berkategori sangat baik. Dari peningkatan ini, Babel meraih peringkat kedua nasional IMDI 2025, dengan skor 52,15, di mana di atas rata-rata nasional (44,53).
"Progres pada 2026 Diskominfo Babel memiliki strategi pemerataan akses informasi digital, yang menjadi kunci pemenuhan hak akses masyarakat atas informasi publik. Beberapa inovasi juga telah dilakukan dalam pelaksanan 2026," ujar Fadjri.
Inovasi-inovasi tersebut di antaranya, dengan menghadirkan portal PPID, layanan satu data, serta Limas Babel yang merupakan aplikasi wifi area publik dengan menghadirkan Mobil Kominfo (MINFO). Selanjutnya layanan disabilitas, Babel digital service, dan kolaborasi dengan humas/public relation.
Paparan yang dijabarkan Plt Kepala Diskominfo Babel di hadapan perwakilan Kemenkopolkam, mendapat penguatan dari KI Babel yang menilai keterbukaan informasi publik di Babel terus berjalan, semakin meningkat, dan semakin diterima oleh masyarakat. Hal ini pun mendapat apresiasi dari Ketua KI Babel Ita Rosita.
"Ini bisa kami lihat pada saat kunjungan monitoring dan evaluasi, dan pada saat pelaksanaan sengketa informasi di Komisi Informasi, di mana badan publik melakukan pelayanan optimal, dan memberikan rambu-rambu proses persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon," pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Rangga Fotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat Inisiasi Pelatihan Membatik, Lestarikan Budaya dan Munculkan Potensi Usaha Baru
PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menginisiasi kegiatan Pelatihan Membatik.
Kegiatan itu digelar di Gedung Sekretariat PKK Provinsi Kepulauan Babel, Selasa (28/4/2026), dengan mengusung tema "Tingkatkan Kreativitas, Wujudkan Perempuan Berdaya dan Mandiri”.
Usai pelatihan, Noni mengemukakan, bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar transfer keterampilan dan peningkatan ekonomi. Menurut dia, membatik adalah identitas bangsa.
"Jika ibu-ibu PKK dan anak muda kita mahir membatik, maka budaya nusantara akan tetap lestari. Selain itu, akan muncul peluang usaha baru juga," kata Noni.
Noni mengatakan, kegiatan ini dapat menjadi jalan pembuka untuk menciptakan perempuan berdaya dan mandiri secara ekonomi.
"Membatik berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru, khususnya di lingkungan keluarga. Kami dari PKK siap mendampingi," ujarnya.
Noni berharap, pelatihan tersebut dapat menginspirasi pembentukan kelompok usaha batik di Kepulauan Babel.
"Semoga masyarakat kita terinspirasi dan akhirnya membentuk kelompok usaha batik di sini," tutupnya.
Untuk diketahui, selama pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh perajin batik lokal Pinang Sirih.
Mereka diajarkan sejumlah teknik dasar, mulai dari membatik dengan metode melipat, hingga proses pewarnaan kain.
Kegiatan ini diikuti 40 peserta, yang terdiri dari pengurus TP PKK Provinsi Kepulauan Babel dan perwakilan siswi SMAN 1 Pangkalanbaru.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Imelda Fotografer: LulusEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBuka Peluang Ekonomi Baru bagi Perempuan Pesisir, TP-PKK Babel Gelar Pelatihan Pemanfaatan Daun Nipah
SUNGAI SELAN — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar pelatihan pemanfaatan daun nipah di Dusun Pangkalraya, Kelurahan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga di wilayah pesisir yang selama ini belum memanfaatkan potensi tanaman nipah sebagai sumber pendapatan.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi), yang difokuskan pada penguatan ekonomi keluarga berbasis sumber daya lokal.
Ketua Bidang II TP-PKK Babel, Sri Hadiyati Yunan Helmi, yang mewakili Ketua TP-PKK Noni Hidayat Arsani, mengatakan kegiatan ini juga menjadi momentum memperingati Hari Kartini, dengan menekankan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga.
“Pemanfaatan daun nipah ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi berlanjut menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberi nilai tambah bagi keluarga. Ini juga merupakan bagian dari 10 program pokok PKK,” kata Sri Hadiyati, mewakili Ketua TP-PKK Babel Noni Hidayat Arsani.
Menurut dia, daun nipah yang melimpah di kawasan pesisir selama ini belum diolah secara maksimal.
Melalui pelatihan ini, kata Sri Hadiyati, peserta dibekali keterampilan menganyam dan mengolah daun nipah menjadi produk bernilai jual, seperti table runner, hampers, gantungan kunci, tas dan lain-lain.
Narasumber pelatihan, Eva Deswanti, menilai kegiatan ini membuka peluang diversifikasi pendapatan bagi masyarakat. Ia menyebut sebagian besar warga setempat bekerja sebagai pekebun dan mengambil upah harian, dengan penghasilan yang tidak menentu.
“Dengan keterampilan ini, ibu-ibu memiliki alternatif sumber penghasilan yang bisa dikerjakan dari rumah,” ujar Eva.
Eva menambahkan, produk olahan daun nipah yang dihasilkan peserta berpeluang menembus pasar yang lebih luas, bahkan pihaknya merencanakan pemasaran ke Pameran Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Jakarta.
“Targetnya bukan hanya pasar lokal, tapi juga bisa masuk ke pameran berskala nasional hingga internasional. Mudah-mudahan bisa terealisasi dan mendapat banyak pesanan sehingga ibu-ibu di sini meningkat kesejahteraannya. Terima kasih ibu Noni,” kata dia.
Salah satu peserta pelatihan, Misnah, mengaku pelatihan tersebut memberi harapan baru bagi ekonomi keluarganya.
“Terima kasih Ibu Noni. Dengan adanya pelatihan ini, emak-emak di Dusun Pangkalraya ini ada kegiatan baru. Kalau berlanjut, kami bisa punya penghasilan tambahan untuk memperkuat ekonomi keluarga,” tutup Misnah.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaCicipi Empek-Empek Udang “Yuk Sum”, Noni Hidayat Arsani Dorong Belo Laut Jadi Destinasi Oleh-Oleh Unggulan
BANGKA BARAT — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, melanjutkan rangkaian kunjungannya di Kabupaten Bangka Barat, dengan menyambangi sentra produksi kuliner khas di Belo Laut, Muntok, Selasa (21/4/2026).
Kunjungan itu, dilakukan usai pengukuhan Evi Astura Markus, sebagai Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, periode 2025–2030.
Dalam kesempatan itu, Evi mengajak Noni meninjau proses produksi sekaligus mencicipi empek-empek udang khas Belo Laut produksi “Yuk Sum”.
Setelah melihat proses produksi dan mencicipi empek-empek "Yuk Sum" Noni mengaku terkesan dengan kualitas produk UMKM tersebut, terutama dari segi rasa dan tekstur.
“Empek-empek Yuk Sum ini enak, udangnya terasa dan kualitasnya sangat baik,” ujar Noni.
Menurutnya, produk UMKM tersebut tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar internasional.
Noni menyebut, masyarakat Babel yang bermukim di luar negeri kerap membawa produk ini sebagai oleh-oleh, khususnya saat momentum tradisi Ceng Beng.
“Produk ini sudah go internasional. Banyak masyarakat kita yang tinggal di luar negeri membawa oleh-oleh ini saat kembali,” katanya.
Noni menilai, kualitas produk tersebut memiliki daya saing tinggi dan berpotensi menjadi ikon kuliner daerah. Ia pun mendorong penguatan promosi agar produk serupa semakin dikenal luas.
Lebih jauh, ia mengajak wisatawan yang berkunjung ke Muntok untuk menyempatkan diri singgah di Belo Laut sebagai pusat oleh-oleh khas setempat.
“Kalau berkunjung ke Muntok, jangan lupa mampir ke sini dan membeli oleh-oleh khas Belo Laut,” tukasnya.
Untuk diketahui, usaha “Yuk Sum” merupakan binaan UP2K PKK, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Koperasi dan UKM. Selain empek-empek udang, "Yuk Sum" juga memproduksi kemplang dan kerupuk dengan merek yang sama.
Untuk diketahui pula, Belo Laut selama ini dikenal sebagai sentra produksi empek-empek udang di Bangka Barat, dengan produk yang tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga telah merambah pasar yang lebih luas.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: LulusFotografer: LulusEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBunda Noni Hidayat Arsani Kukuhkan Ketua FORIKAN dan Bunda Literasi Bangka Barat, Perkuat SDM Sehat dan Cerdas
MENTOK — Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Provinsi, Noni Hidayat Arsani, secara resmi mengukuhkan Evi Astura Markus sebagai Ketua Forikan Kabupaten Bangka Barat 2025–2030, sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat 2026–2030.
Dalam sambutannya, Noni Hidayat Arsani menegaskan, kedua momen pengukuhan tersebut memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. FORIKAN hadir untuk mengajak masyarakat gemar mengonsumsi ikan guna meningkatkan gizi, serta menciptakan generasi yang sehat dan kuat.
“FORIKAN hadir untuk mengajak masyarakat gemar makan ikan, meningkatkan gizi, dan menciptakan generasi yang sehat dan kuat,” ujar Noni pada prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat, di Grha Aparatur, Pemkab Babar, pada Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya peran Bunda Literasi sebagai figur teladan dalam menanamkan kecintaan membaca, dan menulis sejak dini. Menurutnya, literasi menjadi fondasi utama dalam membangun karakter dan wawasan anak-anak agar siap menghadapi tantangan masa depan.
“Bunda Literasi adalah sosok tuntunan dalam menanamkan kecintaan membaca dan menulis sejak dini,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Noni turut menyampaikan ucapan selamat kepada Evi Astura Markus, sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Babel siap berkolaborasi dalam mendukung program-program yang dijalankan.
Sebelumnya, Evi Astura Markus telah aktif melakukan berbagai kegiatan, di antaranya membagikan makanan olahan berbahan dasar ikan ke sejumlah PAUD. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui pemanfaatan hasil perikanan laut Babel yang melimpah.
Di sisi lain, ia juga mendorong penguatan literasi sejak usia dini dengan menanamkan budaya gemar membaca sebagai fondasi generasi yang cerdas. Evi menyampaikan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus dalam sambutannya menegaskan, penguatan literasi dan peningkatan konsumsi ikan merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di daerah.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: LulusFotografer: LulusEditor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaJelang Setahun Kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani, Kinerja Makro Babel 2025 Tercatat Menanjak
PANGKALPINANG — Sejak dilantik pada 17 April 2025 sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Babel, mencatatkan sejumlah tren positif di bidang perekonomian pada 2025.
Pada 2025 berbagai indikator makro di Babel tercatat menunjukkan arah yang semakin positif, dan inklusif, serta berdampak luas. Hal ini, disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel Sugeng Arianto, dalam siaran pers BPS Babel, Kamis (15/4/2026).
Lebih lanjut, Sugeng menyampaikan, berdasarkan data BPS Babel, tercatat pertumbuhan ekonomi kumulatif (c-to-c) Babel meningkat tajam, dari 0,77 persen pada 2024, menjadi 4,09 persen pada 2025.
"Peningkatan ini, didukung sejumlah fenomena, antara lain meningkatnya aktivitas pertambangan yang berdampak pada kenaikan pendapatan masyarakat, dan mendorong penguatan konsumsi rumah tangga," ungkap Sugeng.
Kemudian, lanjut dia, dari sisi kesejahteraan, tingkat kemiskinan di Babel juga berhasil ditekan secara konsisten.
"Tingkat kemiskinan di Negeri Serumpun Sebalai pada September 2024 lalu, sempat tercatat sebesar 5,08 persen, kemudian turun menjadi 5,00 persen pada Maret 2025 dan kembali menurun menjadi 4,77 persen pada September 2025," katanya.
Penurunan ini, kata Sugeng, tidak terlepas dari membaiknya kondisi ekonomi makro, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP), serta inflasi yang relatif terkendali.
Selain itu, peningkatan belanja bantuan sosial dari pemerintah serta implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan, sehingga berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan.
Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan, kinerja pemerataan ekonomi juga menunjukkan hasil positif. Indeks Gini Ratio, kata dia, menurun dari 0,235 pada September 2024, menjadi 0,222 pada Maret 2025 dan kembali turun menjadi 0,214 pada September 2025.
"Penurunan ini didukung oleh meningkatnya distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah, yang menunjukkan bahwa hasil pembangunan mulai lebih merata," katanya.
Selain itu, kata Sugeng, berbagai program perlindungan sosial dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pertambangan, turut memperluas akses kelompok berpendapatan rendah terhadap sumber daya ekonomi, sehingga mendorong penurunan ketimpangan secara bertahap.
Di sektor ketenagakerjaan, lanjut dia, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menunjukkan penurunan, dari 4,63 persen pada Agustus 2024, menjadi 4,45 persen pada Agustus 2025.
"Penurunan ini didukung oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja, antara lain melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap tenaga kerja lokal dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," jelasnya.
Selain itu, kata Sugeng, Pemprov Babel juga melaksanakan pengangkatan dan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) teknis, tenaga kesehatan dan guru, yang turut menambah kesempatan kerja formal di daerah.
"Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi juga semakin inklusif dan berdampak luas," tukasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Tim IKPEditor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaDi Hari Penutupan Rakon, Kader TP PKK Babel Dibekali Pengetahuan Menghadapi Bencana dan Judol
PANGKALPINANG - Rapat Konsultasi (Rakon) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tingkat Provinsi Bangka Belitung (Babel) 2026, yang dilaksanakan selama dua hari, 15-16 April 2026, resmi ditutup, Kamis (16/4/2026).
Di hari penutupan Rakon tersebut para Kader TP PKK Babel dibekali dengan pengetahuan menghadapi bencana menghadirkan narasumber Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel Budi Utama, dan penanggulangan judi online (Judol), dengan narasumber Ipda Ersyah dari Bareskrim Polda Babel.
Ketua Bidang I TP- PKK Babel Sri Hidayati Fery Afriyanto, mewakili Ketua TP-PKK Babel Noni Hidayat Arsani mengatakan, kegiatan rakon hari kedua diikuti oleh Pokja I dan IV. Menurutnya, rakon ini untuk menyelaraskan hasil Rakornas X PKK, dan visi besar Indonesia Emas 2045.
"Rapat konsultasi ini diikuti sebanyak 4 pokja dan 1 bidang kesekretariatan yang dalam pelaksanaannya melakukan penguatan pelaksanaan program-program unggulan sesuai rancangan induk gerakan PKK 2025-2029," ujar Sri Hidayati.
Adapun rangkaian kegiatan dalam rakon, diantaranya edukasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di lingkungan rumah tangga, edukasi pencegahan stunting, penurunan kematian ibu dan anak, dan pengelolaan sampah rumah tangga supaya menjadi nilai tambah keluarga.
Sementara itu, Kepala BPBD Babel Budi Utama, menilai Pokja IV dalam mengikuti kegiatan penanggulangan bencana sangat proaktif dengan banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta.
"Alhamdulillah Ibu-Ibu kader PKK sangat proaktif-terlihat banyaknya pertanyaan yang sesuai harapan kami. Ibu-Ibu PKK dari provinsi, terima kasih banyak yang telah menginisiasi kegiatan rokon ini, semoga bermanfaat," ujar Budi Utama.
Narasumber lainnya, Ipda Ersyah mengungkapkan bahaya terpaparnya judol, dan pentingnya pencegahan. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi acuan Ibu-Ibu PKK dalam melakukan pencegahan yang dimulai dari keluarga dan orang-orang terdekat.
Tindakan dini perlu dilakukan berkaca pada data yang menyebutkan pada tahun 2024 hingga 2025, jumlah korban judi online lebih dari 8,8 juta rakyat Indonesia, yang menjadikannya sebagai salah satu negara dengan korban, atau pengguna judi online tertinggi di dunia.
"Saat ini kan lagi maraknya judol, korbannya siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Algoritma judi online bertujuan untuk memastikan bahwa penyedia layanan judi online ini selalu mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi yang dilakukan setiap pemain," pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Hasan AMFotografer: Jo FandiEditor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaRakon TP-PKK Tingkat Provinsi Babel 2026 Digelar, Soroti Kesiapsiagaan Bencana hingga Pencegahan Judi Online
PANGKALPINANG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggelar Rapat Konsultasi (Rakon) tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026, di BKPSDMD Babel, mulai dari tanggal 15 April hingga 16 April 2026.
Rakon yang mengusung tema Kuatkan 10 Program Pokok PKK Dengan Melaksanakan Asta Cita Mewujudkan Indonesia Emas 2045 itu, dibuka secara resmi pada Rabu (15/4/2026) oleh Ketua Bidang I TP-PKK Babel, Sri Hidayati Fery Afriyanto, yang mewakili Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, dengan diikuti seluruh kader TP-PKK Provinsi dan TP-PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Babel.
Membacakan sambutan Ketua TP-PKK Babel, Sri Hidayati menuturkan bahwa pelaksanaan Rakon ini, merupakan momentum krusial untuk menyelaraskan langkah dengan hasil Rakernas X PKK dan visi besar Indonesia Emas 2045.
Sri Hidayati melanjutkan, arah kebijakan gerakan PKK mengacu pada Rencana Induk Gerakan PKK 2025–2029, yang memuat sejumlah program unggulan.
Salah satunya, lanjut Sri Hidayati, adalah Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) yang berfokus pada aspek kesehatan, kelestarian lingkungan dan perencanaan keluarga sehat.
Rakon ini, kata Sri Hidayati, akan dirangkaikan dengan beberapa kegiatan lainnya, diantaranya edukasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di lingkungan rumah tangga, mitigasi bencana dari BPBD, edukasi pencegahan stunting dan penurunan angka kematian ibu dan anak oleh dokter spesialis anak, serta edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.
"Nantinya, para Kader TP-PKK akan terbagi ke dalam beberapa Kelompok Kerja (Pokja), yang akan membahas penguatan pelaksanaan program-program unggulan. Ada 4 Pokja dan 1 bidang lagi untuk membahas penguatan kesekretariatan," tutur Sri Hidayati.
Disamping itu, lanjut Sri Hidayati, dalam Rakon ini akan disosialisasikan juga terkait pencegahan judi online di lingkungan keluarga. Sri menuturkan, maraknya praktik tersebut dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya, kondisi ekonomi.
Pokja 1, kata Sri Hidayati, akan membahas penguatan peran PKK kabupaten/kota sebagai fasilitator pencegahan narkoba melalui pembentukan fasilitator Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (Krisan).
"Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menekan peredaran narkoba di daerah," tuturnya.
Pokja 2, kata Sri Hidayati, nantinya akan membahas soal dorongan kemandirian ekonomi keluarga melalui program Gelari Pelangi, termasuk fasilitasi promosi produk UP2K agar bisa naik kelas dan bersaing dengan daerah lain, yang bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Sementara Pokja 3, lanjut Sri Hidayati, akan membahas upaya yang dilakukan untuk mendorong kegiatan produktif berbasis keluarga, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Salah satu program unggulan yang dibahas Pokja 3, yakni Edukasi pengelolaan sampah rumah tangga. Ini dilakukan, agar sampah rumah tangga nantinya diolah dengan baik dan kemudian bisa menghasilkan rupiah," tuturnya.
Untuk Pokja 4, kata Sri Hidayati, akan membahas terkait edukasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di lingkungan rumah tangga.
"Di dalamnya, akan dibahas soal berapa jumlah kasus kebakaran rumah tangga, jumlah rumah tangga yang memiliki instalasi listrik sesuai standar dan jumlah rumah tangga yang memiliki alat pemadam kebakaran," bebernya.
"Selain itu, akan dibahas juga ada berapa jumlah rumah semi permanen dan rumah kayu, jumlah rumah tangga yang memiliki kotak P3K, jumlah rumah tangga yang telah mendapat sosialisasi penanggulangan kebakaran dan jumlah kader PKK yang telah mendapat sosialisasi penanggulangan kebakaran," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Sri Hidayati menuturkan tentang pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan formal dan nonformal agar masyarakat Bangka Belitung mampu bersaing dengan daerah lain.
Sri Hidayati juga menuturkan bahwa seluruh pengurus TP-PKK kabupaten/kota diimbau untuk mengintegrasikan program PKK ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, memperkuat kelembagaan dan kaderisasi, serta membangun kemitraan lintas sektor secara berkelanjutan.
Selain itu, kata Sri Hidayati melanjutkan, pengurus dan kader TP-PKK juga diminta melakukan revitalisasi inovasi lokal, menerapkan pendekatan inklusif dan responsif gender, serta memperkuat sistem monitoring dan evaluasi program.
Menutup sambutan, Sri Hidayati menuturkan bahwa seluruh kader PKK diharapkan dapat bekerja secara profesional dan penuh keikhlasan demi mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas dan berdaya di Bangka Belitung.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Iyas ZiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaAkselerasi Prioritas Gubernur Babel, Bappeda Matangkan Desa Dendang Learning Center Lahan Pascatambang
PANGKALPINANG — Bagian dari pengejawantahan Program Prioritas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani untuk memulihkan ekosistem sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel melalui Bappeda sedang mematangkan langkah strategis menjadikan Desa Dendang, Kabupaten Belitung Timur, sebagai pusat pembelajaran (learning center) nasional bagi transformasi lahan pascatambang.
Proyek itu merupakan kolaborasi internasional bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Federal Institute for Geosciences and Natural Resources (BGR) Jerman dalam kerangka kerja sama Mine Reclamation and Environmental Protection.
Sebagai bagian verifikasi teknis, Kepala Bappeda mengutus Tim Litbang yang dipimpin Kepala Bidang Litbang, Eko Sentosa, untuk mendampingi Bappenas dan BGR melakukan baseline assessment di Kabupaten Belitung Timur.
Penilaian awal ini dilakukan guna memetakan kondisi biofisik, sosial, dan ekonomi secara akurat sebelum proyek diimplementasikan sepenuhnya.
Kepala Bappeda Provinsi Babel, Dr. Joko Triadhi, mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani menegaskan bahwa dalam proyek ini, pemerintah provinsi bertindak sebagai penanggung jawab di tingkat daerah.
Dalam peran tersebut, Pemprov Babel berperan memfasilitasi pelaksanaan proyek dan berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Kami menjalankan mandat Gubernur untuk mengawal kegiatan ini secara penuh. Fokus kami adalah menjadi jembatan bagi seluruh pemangku kepentingan, mengingat langkah ini beririsan langsung dengan Program Prioritas Gubernur terkait reklamasi tambang berkelanjutan," ujar Joko saat menerima kunjungan tim Bappenas dan BGR Jerman, Jum’at (10/04/2026).
Implementasi kegiatan ini tidak dimulai dari titik nol, melainkan dilaksanakan pada sawah apung Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) Aik Kik Apau di kolong pascatambang yang merupakan inovasi rintisan masyarakat di Desa Dendang.
Upaya swadaya kelompok masyarakat ini menjadi landasan penting sebagai embrio program berkelanjutan, yang membuktikan bahwa kolong bekas tambang memiliki potensi ekonomi produktif jika dikelola dengan sentuhan inovasi dan teknologi yang tepat.
Pemilihan lokasi kerja sama di Desa Dendang, Kabupaten Belitung Timur tersebut telah melalui proses penjaringan berdasarkan berbagai kriteria, survey awal, dan disepakati pada planning workshop yang telah dilaksanakan pada 24–25 Februari 2026 di Jakarta.
Meski lokasi proyek berada di Belitung Timur, Joko menggarisbawahi bahwa inisiatif ini dirancang dalam skala regional. Pemprov terus menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur guna memastikan dukungan penuh di lapangan. Desa Dendang diproyeksikan sebagai model yang nantinya menjadi pusat rujukan bagi daerah lainnya di Kepulauan Bangka Belitung.
Secara teknis, program ini menitikberatkan pada model yang aplikatif agar dapat direplikasi secara luas oleh masyarakat maupun pelaku industri. Skema ini disusun untuk mendukung implementasi ekonomi sirkular, sekaligus menyokong program unggulan daerah dalam reklamasi pascatambang dan pengembangan 20 Desa Wisata.
Joko menekankan bahwa pemulihan lahan pascatambang bukanlah proses instan, melainkan proses bertahap yang dimulai dari transisi dari ketergantungan tambang menuju transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
Hal penting yang harus diperhatikan adalah bahwa pemulihan lahan bekas tambang harus selaras dengan potensi wilayah serta aspirasi masyarakat setempat. Banyak inisiatif yang telah dilakukan sebelumnya, tetapi seringkali hanya berakhir sebatas proyek dan kurang berkelanjutan
"Strategi yang kami usung bukan sekadar aktivitas menanam secara fisik. Kami berupaya memastikan lahan pascatambang kembali menjadi ekosistem produktif yang tidak hanya lestari secara ekologis, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Humas BappedaFotografer: Humas BappedaEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaDiketuai Pj Sekda, KKMD Babel Gelar FGD Lintas OPD dan Pemangku Kepentingan
BANGKA TENGAH – Kelompok Kerja Mangrove Daerah Bangka Belitung (KKMD Babel), yang diketuai oleh Pj. Sekda Babel, Fery Afriyanto menggelar Focus Group Discussion (FGD) lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Babel.
Kegiatan kerja sama KKBD Babel bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKN), BPDAS Baturusa Cerutuk pada Kamis (9/4/2026) di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah tersebut diikuti 55 orang peserta perwakilan lintas OPD dan pemangku kepentingan, yang juga selaku kepengurusan KKMD Babel.
Pj Sekda Babel, Fery dalam sambutannya yang disampaikan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bangka Belitung, Bambang T, mengungkapkan Babel saat ini, dianugerahi ekosistem mangrove yang luar biasa, yang bukan hanya menjadi benteng alami pesisir, tetapi juga aset ekonomi dan lingkungan yang vital.
“Namun, tantangan terbesar kita saat ini dalam pengelolaan mangrove seringkali terletak pada ketersediaan dan akurasi data. Data mangrove seringkali masih tersebar di berbagai instansi dengan format dan metode yang beragam,” katanya.
Hal tersebut, menurutnya, kerap menimbulkan hambatan dalam pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. “Oleh karena itu, FGD hari ini menjadi krusial. Kita hadir di sini untuk memetakan kembali di mana saja sumber data itu berada, menyelaraskan informasi agar tidak terjadi tumpang tindih, membangun kolaborasi agar data mangrove Babel menjadi satu kesatuan yang utuh dan mudah diakses,” ujarnya.
Ia berharap melalui diskusi ini, dapat menyepakati sebuah mekanisme pertukaran data yang efisien. “Mari kita tinggalkan ego sektoral dan mulai membangun sistem informasi mangrove yang terintegrasi demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung di masa depan,” ajak dia.
Sebelumnya, Ketua Pelaksan FGD, Andi Apriandy menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengidentifikasi sumber dan informasi tentang mangrove yang tersedia, serta meningkatkan kapasitas koordinasi antar OPD dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan data mangrove.
Kegiatan KKMD Babel yang berlangsung sehari penuh, bahkan hingga malam hari tersebut, turut menghadirkan sejumlah narasumber, satu diantaranya Adalah Ariyo Bimmo yang menyampaikan materi terkait “Ekosistem Rehabilitasi Mangrov berbasis Perhutanan Sosial”, Giri Suryanta dari Kemenhut RI dengan materi “Sinkronisasi Program KKMD dalam Program Kerja KKMN”, Suwignya Utama mengusung tema “Belajar Dari Pendekatan Rehabilitasi Mangrove Terintegrasi Menuju Sustainability”, serta utusan akademisi dalam hal ini Universitas Bangka Belitung.
Menariknya, KKMD untuk kepengurusan yang baru ini, dan rencananya akan dilantik oleh Gubernur Babel Hidayat Arsani pada akhir April 2026 mendatang, mulai mempersiapkan sebuah inovasi berkenaan dengan data mangrove secara terintegrasi.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim IKPFotografer: IstimewaEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaMaras Taun, Ritual Syukur yang Menjaga Denyut Budaya Leluhur Belitung
BELITUNG — Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, masyarakat Dusun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Pulau Belitung, masih setia menjaga satu tradisi yang diwariskan turun-temurun, namanya Maras Taun.
Bagi masyarakat Belitung, tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang spiritual dan sosial yang mengikat hubungan manusia dengan alam, leluhur dan Sang Pencipta.
Maras Taun merupakan ritual ungkapan syukur atas hasil panen padi, yang selama generasi menjadi sumber penghidupan masyarakat. Tradisi ini memadukan unsur adat, religi, seni, serta nilai gotong royong yang masih terpelihara hingga hari ini.
Perayaan Maras Taun tahun ini, digelar pada Minggu (5/4/2026), yang dipusatkan di kediaman Ketua Forum Kedukunan Adat se-Belitung (FKAB), Mukti Maharip.
Ratusan warga, tokoh adat, pelaku seni, serta pejabat daerah, hadir mengenakan pakaian adat Melayu Belitung, menciptakan suasana sakral sekaligus penuh kebersamaan.
Kehadiran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani turut menambah makna perhelatan budaya tersebut. Sang Gubernur hadir bersama sejumlah kepala daerah, untuk menyaksikan langsung tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.
- Pantun Berebut Lawang, Tradisi Lisan Pembuka Adat
Rangkaian prosesi, diawali dengan pantun berebut lawang, tradisi berbalas pantun yang menjadi simbol pembuka pintu kehormatan bagi tamu yang hadir.
Tradisi lisan ini, bukan sekadar hiburan, tetapi sarat filosofi. Pantun-pantun yang dilantunkan secara bersahutan, menjadi simbol penghormatan, sekaligus media komunikasi adat yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi.
Awalnya, tradisi berbalas pantun ini merupakan bagian dari prosesi pernikahan adat Belitung. Namun, para tetua adat kemudian memasukkannya dalam rangkaian Maras Taun, sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
Lantunan hadrah yang mengiringi prosesi, semakin memperkuat nuansa seni dan spiritual dalam perayaan tersebut.
- Tumbuk Lesung, Simbol Harmoni Manusia dan Alam
Salah satu prosesi yang menarik perhatian dalam perayaan ini adalah ritual tumbuk lesung, yakni kegiatan menumbuk padi secara bersama-sama menggunakan lesung dan alu kayu secara berirama.
Ritual ini, bukan sekadar aktivitas simbolik, melainkan memiliki makna filosofis mendalam tentang rasa syukur atas panen, penghormatan terhadap warisan leluhur, serta pentingnya kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
Irama tumbukan lesung yang dilakukan secara bersama-sama melambangkan nilai gotong royong. Tidak ada individu yang bekerja sendiri, semuanya bergerak dalam harmoni yang sama.
Bagi masyarakat Desa Lassar, mempertahankan tradisi menumbuk padi secara manual di tengah kemajuan teknologi, juga menjadi simbol komitmen menjaga identitas budaya.
Lebih dari itu, tumbuk lesung dimaknai sebagai refleksi hubungan manusia dengan alam. Bahwa hasil panen bukan semata hasil kerja manusia, tetapi juga bagian dari keseimbangan alam yang harus dijaga.
- Warisan Budaya yang Mendunia
Maras Taun telah lama menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Belitung. Tradisi ini bahkan diakui sebagai bagian dari kearifan lokal, yang masuk dalam kategori warisan budaya tak benda.
Meski terdapat beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya, seperti tidak lagi dilakukannya prosesi pemotongan lepat gede dalam dua tahun terakhir, esensi tradisi tetap terjaga.
Sebagai simbol syukur, tuan rumah tetap menyajikan hidangan tradisional dalam dulang sebagai bagian dari ritual adat.
- Dukungan Pemerintah untuk Pelestarian Budaya
Ketua FKAB, Mukti Maharip mengatakan, para tokoh adat terus berupaya menjaga kelangsungan tradisi Maras Taun meskipun menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurut dia, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar tradisi Maras Taun tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Maras Taun ini adalah adat budaya Belitung yang terus kami jaga. Kami berharap dukungan pemerintah agar tradisi ini tetap terpelihara dan semakin dikenal," ujar Mukti.
Di sisi lain, Gubernur Babel Hidayat Arsani, menilai Maras Taun bukan sekadar ritual adat, tetapi juga refleksi nilai kehidupan masyarakat yang mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam dan spiritualitas.
"Maras Taun memiliki nilai spiritual sebagai bentuk rasa syukur dan harapan masyarakat kepada Allah SWT. Tradisi ini merupakan cerminan kearifan lokal yang harus terus kita jaga bersama," kata Gubernur Hidayat.
Gubernur Hidayat juga menekankan tentang pentingnya peran tokoh adat dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
"Saya bangga bisa hadir di tengah masyarakat dan para dukun kampung. Tugas kita bersama menjaga desa agar tetap aman dan harmonis," ujarnya.
Di Belitung, Maras Taun bukan hanya tentang tradisi. Ia adalah identitas, memori kolektif, sekaligus pengingat bahwa kemajuan zaman tidak harus menghapus jejak budaya. Selama masih ada yang merawatnya, denyut tradisi itu akan terus hidup.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Rangga Fotografer: Iyas ZiEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKPK Optimis Babel Jadi Daerah dengan Pencegahan Korupsi Terbaik
PANGKALPINANG — Komitmen pemberantasan korupsi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali mendapat sorotan positif oleh lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Dalam Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Tahun 2026, di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Kasatgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II KPK RI Untung Wicaksono, menyampaikan optimismenya terhadap capaian Babel tahun ini.
Hal ini bercermin pada capaian yang ditorehkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel pada 2025, yang menerima penghargaan peringkat kedua Pemerintah Daerah Terbaik dalam Pencegahan Korupsi melalui Tata Kelola Pemerintahan Daerah dari KPK RI.
“Babel sudah menunjukkan progres yang sangat baik. Dengan komitmen bersama, saya optimis tahun ini bisa meraih peringkat pertama,” ujar Untung, pada Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, untuk meraih posisi teratas, dibutuhkan konsistensi dalam penguatan sistem tata kelola, peningkatan integritas aparatur, serta komitmen berkelanjutan dalam transparansi, dan akuntabilitas.
Pada kesempatan tersebut, Untung Wicaksono sebagai perwakilan KPK RI pun menyerahkan secara langsung plakat penghargaan yang ditorehkan pada 2025 lalu, kepada Gubernur Babel Hidayat Arsani.
Menanggapi hal itu, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Ia mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen di Babel, termasuk dukungan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Ini suatu kehormatan bagi rakyat Bangka Belitung. Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh tim dan doa masyarakat,” ungkap Hidayat.
Lebih lanjut, Hidayat menegaskan komitmennya untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian tersebut. Ia menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang bersih melalui penempatan sumber daya manusia yang berintegritas, serta pengelolaan keuangan yang transparan.
“Upaya kami jelas, meletakkan SDM yang bersih, keuangan yang bersih, dengan prinsip uang rakyat harus kembali ke rakyat. Pemborosan akan kita pangkas, dan tidak ada proyek mubazir di era saya. Semua harus sesuai aturan dan ketentuan,” katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Babel Fery Afriyanto, mengimbau seluruh perangkat daerah agar proaktif dalam menindaklanjuti arahan KPK. Ia menekankan pentingnya sinergi dan keseriusan seluruh organisasi perangkat daerah dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dari Direktorat Korsup Wilayah II KPK RI, dan diikuti oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Babel.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: LulusFotografer: Jo FandiEditor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaTali Asih ASN Peduli Babel, Secercah Kehangatan Ditengah Duka Keluarga Reshansa
PANGKALPINANG — Suasana pagi itu, Selasa (17/4/2025), di sebuah pemukiman, tepatnya di Perumahan Taman Gandaria Mas 2, Pangkalpinang, terasa agak berbeda.
Ada duka, yang masih menyelimuti keluarga almarhum Reshansa, seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Namun, hadirnya rombongan ASN Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel pagi itu, membawa sedikit kehangatan di tengah kehilangan mendalam, yang masih dirasakan keluarga Almarhum Reshansa.
Yang mana, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, datang langsung memimpin rombongan perwakilan ASN Peduli Babel, untuk menyerahkan tali asih, kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran mereka pagi itu, bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan kebersamaan, bahwa keluarga almarhum tidak sendiri menghadapi masa sulit ini.
“Kami datang membawa salam dan kepedulian dari seluruh rekan ASN. Semoga ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi penguat bagi keluarga,” ujar Fery dengan nada penuh empati.
Di ruang tamu rumah duka, suasana berlangsung hangat namun penuh haru. Percakapan singkat diselingi doa, sementara keluarga menerima para tamu dengan rasa terima kasih yang mendalam.
Di lain sisi, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Donny R., mengatakan bantuan yang diberikan merupakan hasil kebersamaan para pegawai, Korpri, serta Dharma Wanita Persatuan.
Menurut Donny, solidaritas seperti ini menjadi bagian dari nilai kekeluargaan yang terus dijaga di lingkungan ASN.
“Ini bukan hanya tentang bantuan, tapi tentang rasa kebersamaan kami kepada keluarga almarhum,” kata Donny.
Fimelia, istri almarhum, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara lirih, ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Baginya, dukungan moral yang datang silih berganti menjadi kekuatan tersendiri bagi dirinya dan keluarga.
“Terima kasih atas perhatian bapak dan ibu semua. Kami merasa tidak sendiri. Mohon maaf jika semasa hidup suami saya ada kesalahan,” ucap Fimelia.
Di tengah duka yang belum sepenuhnya reda, kepedulian yang datang pagi itu menjadi pengingat bahwa di balik rutinitas birokrasi, masih ada rasa kemanusiaan yang hidup dan tumbuh, menjadi penguat saat salah satu dari mereka harus berpulang lebih dulu.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: LulusFotografer: Jo FandiEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaWarga Belitung Ini Terkejut Saat Bayar Pajak Disampingnya Ada Gubernur Hidayat
BELITUNG — Suasana pelayanan di Kantor Samsat Belitung pada Senin (6/4/2026) berlangsung normal. Warga tampak datang silih berganti membawa dokumen kendaraan untuk membayar pajak tahunan, dengan tertib mengantre sesuai prosedur pelayanan.
Di tengah aktivitas tersebut, Suryanto, salah satu wajib pajak, mengaku terkejut saat menyadari dirinya mengantre, di sampingnya berdiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi pelayanan.
Ia mengapresiasi langkah gubernur yang turun langsung untuk memastikan kualitas pelayanan publik.
"Bagi saya kunjungan Pak Gubernur ke Samsat ini sangat baik. Ini menunjukkan harapan kami sebagai masyarakat bahwa pemimpin bisa melihat langsung kondisi di lapangan dan itu sudah dilakukan," kata Suryanto.
Kehadiran Gubernur juga menarik perhatian warga lainnya. Sejumlah pengunjung tampak saling berbisik saat Hidayat Arsani memasuki area pelayanan melalui pintu utama. Ia kemudian menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menanyakan langsung pengalaman warga saat mengurus pajak kendaraan, termasuk menerima masukan terkait kualitas layanan dan fasilitas yang tersedia.
Beberapa warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan harapan mereka, mulai dari percepatan proses pelayanan hingga peningkatan kenyamanan fasilitas ruang tunggu.
Hidayat Arsani menilai kinerja pelayanan Samsat Belitung saat ini sudah berjalan baik dan mampu memenuhi target pendapatan daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran pelayanan berpuas diri.
"Hari ini kita lihat pelayanannya cepat dan hasil kinerjanya baik. Fasilitas yang ada saat ini cukup, tetapi ke depan tetap harus ditingkatkan. Pelayanan kepada masyarakat harus terus diperbaiki dan dioptimalkan," pesannya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Rangga Fotografer: Iyas ZiEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaProgram Gencar Panen 50 Kilogram Cabai, Bantu Kurangi Pengeluaran Rumah Tangga Masyarakat
PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mendampingi Gubernur Babel, Hidayat Arsani, di kegiatan Panen Cabai Bersama, di Rumah Dinas Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, Sabtu (4/4/2026).
"Alhamdulillah, hari ini kita panen cabai. Ini hasil dari program Gerakan Nanem Cabai Rakyat (Gencar) yang digagas pak Gubernur. Hasil panennya kurang lebih 50 kilogram," kata Noni.
Adapun hasil panen yang dilakukan secara gotong royong dengan dipimpin langsung Gubernur itu kemudian dibagikan secara simbolis kepada 75 warga, yang terdiri dari pelaku UMKM, guru, kelompok dasawisma, serta masyarakat rentan di tiga desa dan kelurahan, yakni Air Itam, Sinar Bulan dan Padang Baru.
Salah satu perwakilan masyarakat, Sumi, mengaku program Gencar sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
"Program Gencar ini sangat membantu. Selain bisa memenuhi kebutuhan sendiri, juga bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga," ujar Sumi.
Di lain sisi, Gubernur Babel, Hidayat Arsani mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah, untuk ditanami cabai dan komoditas pangan lainnya.
Menurutnya, program Gencar menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan sekaligus menekan inflasi melalui keterlibatan langsung masyarakat.
"Mari manfaatkan lahan yang ada untuk bertanam, salah satunya cabai, agar kebutuhan bisa dipenuhi secara mandiri," ucap Gubernur.
Kegiatan panen bersama tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus TP PKK Babel, Dharma Wanita Persatuan Babel, kelompok tani, serta perwakilan masyarakat dari Kelurahan Air Itam, Sinar Bulan dan Desa Padang Baru.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Jo FandiEditor: Kris Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPererat Silaturahmi dan Perkuat Sinergisitas, BKOW Babel Gelar Halal Bihalal dan Family Gathering
PANGKALPINANG — Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Family Gathering di Hotel Belitung Resort, kawasan Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Sabtu (4/4/2026) pagi.
Ketua BKOW Babel, Noni Hidayat Arsani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, membangun kekompakan, serta memperkuat sinergi antarorganisasi wanita yang tergabung dalam BKOW.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membangun kebersamaan, tetapi juga memperkuat komunikasi, kerja sama tim, serta semangat kolektif yang dapat diimplementasikan dalam program kerja organisasi,” kata Noni.
Menurut Noni, berbagai persoalan sosial masih membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama, sehingga diperlukan partisipasi aktif seluruh organisasi wanita yang berada di bawah naungan BKOW.
“Diperlukan sinergi antara pemerintah dan organisasi wanita agar program-program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat kolaborasi antara organisasi wanita dan pemerintah daerah, khususnya dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan dan kegiatan sosial kemasyarakatan di Bangka Belitung.
Tak lupa, Noni juga menyampaikan ucapan Idulfitri kepada seluruh peserta yang hadir serta mengapresiasi panitia pelaksana kegiatan.
“Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah Ramadan kita diterima Allah SWT,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Noni menyebut bahwa kegiatan Halal Bihalal tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan antaranggota organisasi.
Kegiatan juga diisi dengan berbagai permainan kebersamaan untuk meningkatkan interaksi antar peserta dan ditutup dengan sesi tukar kado sebagai simbol keakraban dan kekeluargaan.
Sejumlah organisasi wanita turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan Persikindo.
Turut hadir pula Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Babel Asyraf Suryadin yang mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan undangan lainnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: ImeldaFotografer: Lulus/DinaEditor: YudhistiraKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPemerintah Sampaikan Belum Ada Kenaikan Harga BBM Per 1 April, Masyarakat Diimbau Tenang
JAKARTA - Pemerintah menyampaikan bahwa belum ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non subsidi, per 1 April 2026. Hal ini merespons ramainya informasi keliru yang beredar bahwa harga BBM nonsubsidi bakal naik drastis.
Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi mengatakan keputusan tersebut diambil pemerintah berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengedepankan kepentingan rakyat.
"Setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo dalam pernyataan resmi, Selasa (31/3/2026).
Prasetyo mengimbau masyarakat tetap tenang. Pemerintah menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat dengan harga terjangkau.
"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat. Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," tegasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Bakom RIFotografer: Bakom RIEditor: Tim IKPKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaBerbagi Makanan Buka Puasa & Paket Lebaran Idulfitri 1447 H, ASN Peduli Babel Buat Lansia Panti Sosial Pemprov Bahagia
PANGKALPINANG - Suasana hangat penuh kekeluargaan dan mengharukan menyelimuti ruangan Panti Sosial Bina Serumpun (PSBS) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/3/2026) sore.
Hal itu disebabkan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) yang tergabung dalam ASN Peduli Babel melanjutkan rasa pedulinya terhadap para penghuni Panti Sosial tersebut, dengan berbagi makanan berupa nasi kotak, takjil berbuka puasa dan paket lebaran di H-4 Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 M.
Makanan berbuka puasa dan paket lebaran tersebut, diserahkan Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Pemprov Babel, Asyraf Suryadin mewakili Gubernur Babel, Hidayat Arsani, dengan didampingi Plt Kadinsos PMD Dora Wardani, Plt Kadis UMKM Reza, Plt Kepala Biro PBJ Setda Pemprov Babel Amransyah Muslimin, Kepala UPTD PSBS Taufik, dan sejumlah Tim ASN Peduli Babel.
Dari pantauan Tim Publikasi Bidang IKP Diskominfo Babel, kehadiran jajaran Pejabat Pemprov Babel dan Tim ASN Peduli Babel mewakili Gubernur Babel Hidayat itu, membuat para lansia di Panti Sosial Bina Serumpun milik Pemprov Babel yang berlokasi di belakang Mapolda Babel, Kompleks Perkantoran Terpadu Pemprov Babel, Air Itam, Pangkalpinang tersebut bahagia.
Menariknya, dari belasan lansia yang ada di Panti Sosial tersebut, empat di antaranya masih kuat menjalankan ibadah puasa ramadan.
Tak sebatas itu, salah satu lansia yang tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, terlihat sangat senang Ketika takjil berbuka puasa disuapkan langsung oleh Asisten Administrasi Umum Asyraf langsung ke mulutnya.
Mewakili Gubernur Hidayat, dalam kesempatan itu Asisten Bidang Administrasi Umum Asyraf menyampaikan bahwa kehadiran ASN Peduli Babel di panti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan para lansia yang tinggal di panti tersebut.
Ia berharap perhatian dan kebersamaan yang dibawa oleh para ASN Pemprov Babel ini, dapat memberikan semangat bagi para penghuni di panti.
“Apa yang dilakukan oleh teman-teman ASN Peduli Babel ini, mampu menambah semangat bagi para lansia, baik yang sedang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak. Kami berharap tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya,” harapnya.
Selain berbagi makanan dan bingkisan, Plt Asisten Administrasi Umum Setda Babel bersama ASN Peduli Babel juga menyempatkan diri meninjau sejumlah fasilitas di panti tersebut, mulai dari asrama hingga beberapa ruang lainnya untuk melihat langsung kondisi tempat tinggal para lansia.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: LulusFotografer: LulusEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaASN Babel Peduli Bagikan Makan Sahur ke Keluarga Pasien di RSUD Soekarno, RSUD DH dan RS Primaya
PANGKALPINANG – Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) yang tergabung dalam ASN Babel Peduli terus menunjukkan komitmen kepedulian dan berbagi kebahagiaan antar sesama.
Jika sebelumnya sasaran kepedulian adalah ASN atau keluarga ASN baik karena meninggal dunia ataupun sakit, kini ASN Babel peduli menyasar masyarakat umum.
Tepat pada Selasa (17/3/2026) subuh, atau menjelang waktu saur lebih kurang pukul 03.00 Wib, ASN Babel Peduli yang di pimpin langsung Pj Sekda Babel Feri Afriyanto mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani, membagikan makanan sahur berupa nasi kotak kepada keluarga pasien, perawat, dokter hingga penjaga malam di tiga Rumah Sakit (RS).
Ketiga Rumah Sakit tersebut yaitu, RSUD Soekarno di Air Anyir, Bangka, RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dan RS Primaya Pangkalpinang.
Dalam bagi-bagikan santab sahur tersebut, Pj Sekda turut didampingi sejumlah Pejabat Eselon II, diantaranya Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Biro Umum Setda Babel, Kepala Biro Pemerintahan, Plt Kadis UMKM, dan Tim ASN Babel Peduli.
Menariknya, pembagian makan sahur tersebut, diberikan secara door to door, alias dari ruang ke ruang, dan ke masing-masing keluarga pasien, perawat, dokter dan penjaga malam di ketiga RS tersebut.
Bahkan sembari membagikan nasi kotak sahur, Pj Sekda yang juga didampingi istrinya, turut membangunkan keluarga pasien yang terlihat terlelap kecapean menunggu keluarga mereka yang dirawat di ketiga RS itu.
Tak lupa Pj Sekda juga menyempatkan diri berdialog singkat dengan para keluarga pasien yang dirawat, sembari memberikan dorongan agar tetap semangat dan kuat menjaga keluarganya yang sedang menjalani perawatan.
Pj Sekda Fery disela bagi-bagi makan sahur mengatakan, mewakili Gubernur Hidayat mengatakan, nasi sahur ini di dapatkan dari hasil sumbangan dari para pegawai Pemprov Babel yang tergabung dalam ASN Babel Peduli.
Saat ini, katanya, merupakan momen terbaik untuk berbagi dan mewujudkan kepedulian sekaligus berbagai kebahagian bersama masyarakat yang sedang mengalami musibah sakit dan dirawat di RS.
Semoga, diharapkannya, langkah berbagi yang dilakukan ASN Babel Peduli bagi para keluarga pasien yang dirawat di RS ini, sedikit memberikan dorongan kekuatan, yang akhirnya membuatkan pasien yang dirawat bisa sembuh dari penyakit yang diderita.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: YulFotografer: YulEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaMudik Gratis Pemprov Babel Akhiri Penantian 11 Tahun Siti Tanpa Pulang Kampung
BELINYU - Penantian panjang Siti, perantauan asal Desa Kurau kabupaten Bangka Tengah (Bateng) untuk kembali ke kampung halamannya setelah 11 tahun tidak kembali, akhirnya diwujudkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel).
Ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta tersebut difasilitas Pemprov Babel melalui program Mudik Gratis menyambut Idulfitri 1447/2026 M. Rasa gembira tak dapat disembunyikannya setelah mendapatkan kesempatan tersebut.
Siti bersama ribuan warga Babel lainnya, turun dari KRI Semarang 594, kapal laut milik TNI angkatan Laut ( AL ) yang mengangkut para pemudik, dan bersandar di Pelabuhan Belinyu kabupaten Bangka, Senin (16/3/2026).
"Saya sudah sebelas tahun tidak pulang ke kampung halaman Pak, karena faktor biaya. Nah, tahun ini ada program mudik gratis yang diadakan oleh TNI Angkatan Laut kerja sama dengan Pemprov Babel saya mendapatkan ikut program mudik gratis," tutur Siti.
Haal senada diucapkan oleh salah seorang mahasiswa bernama Rizky, yang juga merasa gembira dapat pulang kampung disela kesibukannya menempuh pendidikan di Ibu Kota.
" Alhamdulillah saya sangat senang adanya perhatian pemerintah daerah yang ingin membantu masyarakat peratau dengan mudik gratis ini. Semoga tahun berikutnya selalu diadakan mudik gratis," ujar Rizky.
Kedatangan warga perantauan Babel disambut hangat Gubernur Hidayat Arsani, yang didampingi Bupati Bangka, Danlanal Babel, Pj Sekda Babel, Forkopimda, dan unsur Kepala Perangkat Daerah.
"Selamat datang sepradek, kalian bisa pulang ke kampung halaman sudah dibantu oleh TNI AL bersama jajarannya. Selamat berlebaran bersama TNI AL dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan fasilitas seperti ini kembali," ujar Gubernur.
Sementara itu, Danlanal Kolonel Marinir Yulindo menuturkan, TNI AL bekerja sama dengan Pemprov Babel tahun ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang ada di perantauan. Jumlah penumpang, atau pemudik yang difasilitasi sebanyak 1.349 orang tujuan Pulau Bangka dan Belitung.
" Alhamdulillah, TNI AL ingin membantu masyarakat yang ingin pulang kampung halaman untuk merayakan hari raya Idulfitri bersama keluarga. Semoga hal semacam ini bisa meringankan beban masyarakat ," pungkas Danlanal Babel.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Hasan AMFotografer: Royan Editor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: Berita